Total Tayangan Laman

aktifitas me

aktifitas me
santai_santai

ultah ku ....

ultah ku ....
menyenangkan

wkwkwk

wkwkwk
sayasaya

Minggu, 04 Desember 2011

Pengalaman pribadi ... MENGHARUKAN ... juga MENYENANGKAN


Maafkan Aku Sahabat”


Sejak kelas 6 SD . Aku , Anis , dan Firda bersahabat karib . Kemana-mana kita selalu bersama . Rumah kami tak begitu jauh dan juga tak begitu dekat . Biasanya , seusai pelajaran berakhir , kami bermain bersama . Kini kami tak sedekat dulu karena berpisah sekolah . Aku masuk SMP 08 , Anis masuk SMP 20 dan Firda masuk SMP Kartika IV-8 . Namun itu semua tak menjadi penghalang bagi kami tuk selalu bersama . Canda , tawa , suka , duka kita lalui bersama . Di waktu senggang kami selalu melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama . Kami juga memilih bimbingan belajar yang sama sehingga kami lebih sering bertemu dan bercanda tawa .
Suatu saat seketika kami bermain bersama di rumah . Setelah kami berbincang-bincang lama . Tiba-tiba Anis mengajakku dan Firda untuk ke bioskop menonton film terbaru dan terpopuler yaitu “Surat Kecil Untuk Tuhan” .
“Guys , ada film terbaru nih … nonton yuk ? “ kata Anis mengajakku dan Firda
“Ayo-ayo kapan ?” kata ku meminta kepastian .
“Satu minggu setelah hari ini aja , gimana Fir ? mau gak ? tapi pake uang sendiri loh ya , nabung jangan jajan terus ? “ kata Anis mengajak Firda .
“ehm…..iya deh …” kata Firda yang sedari tadi ribut sendiri dengan ponsel kesayangannya .
“Dari tadi ngomong terus ? makan yuk , laper nih ?” ajakku kepada mereka .
“Ayo-ayo “ respon Anis dan Firda secara serempak .
Kami pun berjalan menuju tempat favorit kami , yaitu “Mekarsari Oskab ala Cak Munir “ . Kurang lebih selama limabelas menit kami disana . Seusai menyantap bakso , kami pun kembali ke rumah masing-masing karena hari menjelang sore . Dan kami takut jika orangtua mencari kami .
Satu minggu berlalu . Sepulang sekolah aku merasa letih dan aku pun tertidur dengan pulasnya . Setelah aku terbangun , aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 15.00 , lalu aku mengecek ponsel ku yang terdapat satu pesan yang belum terbaca , pesan itu dari Anis .
“ Eh ta , jadi nggak nontonnya ?” kata Anis .
Aku bingung apa maksud pesan itu . Aku berfikir dan diam sejenak . Aku pun ingat bahwa aku memiliki janji dengannya . Aku tak tahu harus berkata apa sehingga pesan darinya tak ku balas .
Malam telah tiba . Saatnya aku berangkat ke bimbingan belajar yang tak jauh dari rumah ku . Sesampainya disana aku melihat Anis dan Firda sedang duduk dengan manisnya . Aku bersikap biasa saja . Lalu aku mengeluarkan tugas dari sekolah yang membuat ku bingung bagaimana cara menyelesaikannya . Aku mencoba bertanya kepada Anis . Tetapi Anis tak menunjukkan responnya tersebut . Aku tertegun karena Anis tak bersikap hangat seperti kesehariannya . Dan aku ingat bahwa sikap itu merupakan perwujudan dari kekesalannya terhadap ku . Akibat aku tak menepati janji menonton bersamanya . Aku merasa bersalah dan aku pun mencoba meminta maaf padanya tapi ia tak menghiraukan permintaan maaf ku tersebut . Perubahan sikapnya mulai disadari oleh Firda dan kak Ivan , guru bimbingan belajar ku . Aku meminta pendapat dan pengarahan tentang apa yang harus aku perbuat .
Pertama-tama aku meminta tolong pada Firda ,agar dia mau membantuku berbicara kepada Anis . Ia bersedia menolongku dengan mencoba membujuk Anis . Tapi usaha itu tak membuat Anis mau memberikan maaf nya begitu saja , mengingat bahwa Anis lah yang sangat ingin menyaksikan film “Surat Kecil Untuk Tuhan” itu . Aku sedikit kecewa dengan hal itu .
Akhirnya aku mencoba untuk mencurahkan keluh kesah ku pada kak Ivan . Kak Ivan berusaha mendamaikan kami , dengan cara berbicara langsung pada Anis . Akhirnya dengan pendekatan sedemikian rupa , kak Ivan berhasil membujuk Anis untuk lebih memaknai apa yang sedang terjadi . Dua hari kemudian setelah kami saling berinstropeksi diri , suasana mulai mencair dan keadaan kembali dekat seperti sedia kala . Kami pun kembali bercanda tawa seperti biasanya . Tiba-tiba Anis bercerita .
“Eh, tau gak ? waktu aku marah sama kamu . Aku melakukan sesuatu hal konyol loh ?” ungkap Anis.
“Loh iya ta ? hal konyol apa ? cerita donk ? “ paksa ku dengan antusias .
“Waktu itu , aku melempar uang tabungan ku yang susah payak aku kumpulkan seminggu penuh yang lalu . Dan uang itu hilang entah kemana ?” jawab Anis .
“Hahahaha , masak sih ? lucu banget ? maaf deh ya gara-gara aku , kamu jadi rugi sendiri “ kata ku merasa bersalah .
“Hahaha iya gak papa kok . Lagi pula itu juga salah ku sendiri … “ .jawab nya .
“Itu berarti , hal ini dijadikan pengalaman kita aja ya ? jangan sampai hal seperti ini terulang kembali “ kata ku dengan nada datar .
Pengalaman itu menjadikan aku sadar akan pentingnya arti sebuah janji . Terlebih untuk menjaga keharmonisan persahabatan di antara kita . Dan kami pun kembali menjadi tiga sahabat yang tak terpisahkan . Oh iya , satu lagi . Marah itu tak menyelesaikan masalah kawan … Jangan selesaikan masalah dengan amarah mu . Tapi selesaikanlah dengan kepala dingin agar tak merugikan dirimu sendiri .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar